Mau tahu pengaruh bahasa Inggris dalam kesuksesan band terkenal Superman is Dead? Semoga artikel berikut menginspirasi kalian untuk menjadi sukses seperti SID.

Banyak band Indonesia yang tampil di luar negeri. Umumnya mereka bermain di negara-negara di mana banyak tenaga kerja Indonesia  seperti Jepang, Korea, Hongkong, atau Malaysia. Selain di Malaysia,  band-band tersebut memang tampil untuk menghibur warga negara Indonesia  yang memang bekerja di sana.

Tetapi berbeda dengan Superman is Dead alias SID. SID bermain di luar negeri benar-benar untuk tampil di hadapan publik rock dalam hal ini para penggemar musik yang memang orang-orang bule. Banyak fans SID berasal dari berbagai negara. Hebat bukan...

Salah satu sebab mereka digemari adalah karena lagu-lagunya yang berbahasa Inggris. Tentu syair yang bagus, aransemen yang OK menjadi faktor penentu. Namun ternyata ada story menarik dari proses kesuksesan SID yang mendunia ini.

Setelah sukses sebagai band Indie, label raksasa Sony Music berniat menggandeng SID menuju jalur mayor label. Jalur musik yang meski menjanjikan namun juga tidak mudah di jalanani. Lebih banyak band yang gagal, meski mempunyai materi dan kualitas bermusik yang sangat bagus.

Kuta Rock City menjadi album bertama SID yang digarap bersama Sony Music. Hampir semua lagu ditulis dalam bahasa Inggris. Pihak label tidak mau, karena dari sisi industri lagu berbahasa Inggris tidak akan laku.

Namun SID tetap ngotot untuk menggunakan lirik berbahasa Inggris. Bagi label, lirik berbahasa Inggris tidak menjual, dan bahkan sulit untuk dijual. Dari perdebatan yang sengit akhirnya pihak label menyerah dengan menyetujui 70% materi akan di record dalam bahasa Inggris.

Hasilnya menakjubkan, Kuta Rock City mendapatkan Double Platinum dari Sony Music. Pihak label kaget, penjualan album ini melebihi perkiraan sebelumnya. Lirik berbahasa Inggris yang sebelumnya dianggap sebagai nilai negatif, justru menjadi faktor yang sangat berperan dalam penjualan album ini.

Dengan lirik berbahasa Inggris, penjualannya pun menembus pasar luar negeri. Penggemar dari luar negeri semakin banyak, dan pada gilirannya undangan konser mengalir deras. Musik SID dan liriknya yang berbahasa Inggris dengan mudah di apresiasi oleh publik rock mancanegara.

Lirik berbahasa Inggris tidak berhenti sampai di album Kuta Rock City. Konsistensi lirik berbahasa Inggris mengantar SID menjadi satu-satunya grup musik yang mewakili Asia Tenggara dalam VANS WARPED TOUR 2009, sebuah acara musik rock bergengsi di Amerika. Di perhelatan ini SID tampil satu panggung dengan grup musik rock kelas dunia macam NOFX, Hoobastank, MXPX, dan lain-lain.

Sementara konser di berbagai negara sudah tidak terhitung lagi. Dengan lirik-lirik berbahasa Inggrisnya, SID sukses menjadi sebuah grup musik yang mendunia.

OK Guys,....masih menganggap bahasa Inggris tidak penting?

 

Khoirul Anam
Instruktur Jogja English

Komentar (0)

captcha